Oleh: ntmsyukri | 15 April 2009

Menjelang EHB

Menjelang tahun ajaran baru, 2009/2010 mulai terasa bagi peserta didik baik murid Sekolah Dasar atau pun SMP, terutama bagi para orang tua murid yang bersangkutan.
Para orang tua boleh jadi memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dari pada anaknya, sebut saja misalnya Ibu Ani. Bu Ani memiliki putra yang duduk di kelas VI SDN Banka 10 Jakarta Selatan, Farhan namanya. Menurut ceritera Bu Ani, Putranya termasuk anak yang prestasi belajarnya di bawah rata-rata, ini disebabkan mungkin ketika bayi Farhan tidak mendapatkan ASI yang cukup, bukan karena Air susu bu Ani tidak keluar, tetapi karena si bayi, Farhan, memiliki kelainan suka menggigit puting ibunya sampai luka ketika proses pemberian ASI baru berjalan 2 bulan. Penghentian pemberian ASI oleh bu Ani sangat terpaksa ditempuh, karena infeksi dan rasa sakit yang sudah tidak dapat ditahan lagi.
Sekarang setelah waktu berlalu se usia Farhan, efek dari tidak mendapat ASI secara sempurna tampak dari kemampuan Farhan dalam menyerap pelajaran di sekolah yang di bawah rata-rata kemampuan teman sekelasnya. Kini Bu Ani mulai dari memikirkan apakah anak mampu menempuh ujian dan masuk ke tingkatan yang lebih tinggi, atau bagaimana dengan urusan memilih sekolah lanjutan yang bagus mutunya bahkan mungkin memikirkan alternatif lain dengan pilihan pesantren misalnya.
Bagaiman tanggapan anda?


Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.